Gonjang-ganjing soal blokir RIM dan BlackBerry Service di Indonesia berlanjut di layar kaca. Sayang, belum tuntas seperti yang diharapkan.
Komunitas BlackBerry di Indonesia sebenarnya menunggu kehadiran Tifatul Sembiring di program Apa Kabar Indonesia? di TVOne, Senin (10/1), pukul 08.30 WIB yang dipandu Indy Rahmawati.
Info kehadiran Menkominfo beredar kencang di Twitter dan sejumlah mailing list komunitas BlackBerry (id-blackberry dan indonesia-blackberry).
Sayangnya, Tifatul batal hadir. Kenapa?
“Ada kesibukan lain,” kata Gatot Dewa Subroto, Humas Kemenkominfo.
Obrolan berdurasi 1 jam ini berlangsung menarik ketika Indy melibatkan 3 orang dari komunitas BlackBerry: Ibnu Maksum dan Dhana Soejatna (Jakarta BlackBerry/Jak-BB) plus Agus ‘Awin’ Winarto (moderator Id-BlackBerry & Vice President BlackBerry Corporate Telkomsel).
Rata-rata berondongan pertanyaan adalah seputar blokir service BlackBerry yang akan dilakukan Depkominfo pada 17 Januari ini.
Berikut beberapa sari petikan obrolannya:
——————————
Indy: User BlackBerry di Indonesia 2 juta. Sementara pengguna internet sendiri jauh lebih besar lebih dari itu.
Gatot: Kami hanya ingin RIM menghormati dan mematuhi peraturan yang ada di Indonesia tentang content filtering, terutama soal filter pornografi.
Jak-BB: Apakah benar Depkominfo akan memblokir layanan BlackBerry pada 17 Januari ini?
Gatot: Kami akan memblokir fasilitas browsingnya saja kalau RIM tak mematuhi peraturan yang telah ditetapkan. Masyarakat masih bisa menggunakan fasilitas BlackBerry yang lain seperti BBM, email, dan sebagainya. Browsing pun masih bisa dilakukan dengan menggunakan GPRS.
Indy: Jadi kalau browsing para pengguna BlackBerry harus membayar lagi per kilobyte-nya?
Gatot: Itu risiko finansial tambahan bagi para pelanggan BlackBerry.
Indy: Pak, ini ada pertanyaan dari Martina Nababan di Twitter, user BlackBerry sebagian besar berpendidikan, sudah dewasa dan tak perlu membuka situs porno. Rata-rata menggunakan BlackBerrynya untuk kepentingan bisnis dan koordinasi. Tanggapan Bapak?
Gatot: Kami tidak mau mendiskriminasi siapapun (soal content porno), termasuk RIM dan usernya. Lagipula, yang diblokir. Cuma browsernya. Fasilitas yang lain tidak.
id-blackberry: Pornografi terjadi dari banyak faktor. Akan lebih baik kalau kita bisa mengedukasi keluarga soal pemahaman pornografi itu sendiri. Juga bisa dimulai dari sekolah-sekolah.
Indy: Kok sepertinya kurang rela dengan bisnis RIM di Indonesia?
Gatot: Kami ingin RIM tak melupakan kewajibannya seperti yang telah ditetapkan dalam undang-undang.
id-blackberry: RIM pasti mengikuti peraturan tapi mungkin mereka kurang memahami. Misalnya soal cost tambahan. Content filtering sebenarnya kecil, tapi mengapa nggak sama-sama ngalah dan biayanya ditanggung bareng.
Jak-BB: Soal BlackBerry Messenger sendiri gimana, Pak? ‘Kan ada fasilitas picture sharing di sana?
Gatot: BBM gak masalah. Yang kami minta blokir hanya fasilitas browsing di BlackBerry. Jawaban Yes or No dari RIM pada 17 Januari nanti juga masih kami telaah beberapa hari lagi. Jadi, bukan lantas pada tanggal itu fasilitas browsing di BlackBerry akan langsung nonaktif.
Jak-BB: Soal kompensasi siapa yang harus menanggung?
Gatot: Pelanggan dan operator.
id-blackberry: Kami berharap kalau menetapkan sebuah regulasi yang menyangkut kepentingan luas, masyarakat bisa diajak ngobrol. Dilibatkan.
——————————
Entah ada hubungannya atau tidak dengan gonjang-ganjing blokir servis BlackBerry di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan turun dari 3736 ke 3631 pada pembukaan bursa pagi ini.
Tunggu update selanjutnya dari gopego.com tentang polemik blokir BlackBerry Service di Indonesia. Stay tune…
Komunitas ID-Blackberry Berawal dari ketaksengajaan, komunitas ini tumbuh pesat. Mereka bicara dalam satu bahasa: BlackBerry.